Di dalam Al Quran Alloh
S.W.T memberikan keistimewaan-keistimewaan tersendiri dari surah-surah yang
diturunkan oleh Alloh kepada para nabinya.
Sabtu, 31 Oktober 2015
Sabtu, 24 Oktober 2015
Iman Kepada Qadha dan Qodar
Bila anda mengamati orang-orang dan teman-teman di sekelilingmu,
maka akan terlihat bahwa Allah SWT telah menciptakan setiap manusia dalam
keadaan yang tidak sama antara yang satu dengan yang lain. Ada yang laki-laki
dan ada pula yang perempuan, ada yang tampan dan ada yang kurang tampan, ada
yang cantik dan ada pula yang kurang cantik. Ada yang berambut pirang, berambut
hitam, ada yang berambut lurus, dan ada pula yang keriting. Ada yang berkulit
putih, sawo matang, dan ada yang berkulit hitam. Ada sangat cerdas dan ada pula
orang yang idiot. Seseorang tidak pernah meminta dilahirkan untuk menjadi
bangsa Indonesia, bangsa Malaysia, Cina, Arab, Amerika, atau bangsa manapun.
Semua itu merupakan ketetapan penciptaan Allah SWT yang sering kita sebut dengan
takdir.
Iman kepada Hari Akhir
Pengertian Hari
Akhir
Hari Akhir disebut juga dengan hari kiamat, hari
akhir adalah hari berakhirnya kehidupan atau kehancuran dunia. Kamu pasti sudah
tahu bukan? Karena kejadian hari akhir banyak sekali diterangkan di dalam Al-Quran.
Kamu sebagai muslim tentunya harus mempercayai bahwa hari akhir pasti akan
datang, karena bagian dari rukun iman yang kelima yaitu percaya pada hati akhir
atau kiamat, tidak percaya adanya hari akhir bisa menyebabkan seseorang menjadi
kafir. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi setiap muslim untuk mengingkari adanya
hari akhir.
Alloh
S.W.T berfirman :
“ Wa
annas-sa’ ata atiyatul la raiba fiha, wa annallaha yab’asu man fil-qubur “
Artinya
: “
Dan sesungguhnya hati kiamat itu Pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan
bahwasanya Alloh membangkitkan semua orang di dalam kubur “. (Al-Hajj : 7)
Sabtu, 10 Oktober 2015
Hakekat Sholat
Hakekat
Sholat
Sholat atau Sembahyang merupakan
ibadah yang asasi kepada umat Islam. Ketentuan Sholat telah termaktub sebagai
Rukun Islam. Pensyari’atan ibadah Sholat adalah satu hal yang istimewa
berbanding dengan ibadah lain seperti Puasa, Zakat, Haji dan lain-lain lagi.
Sholat adalah suatu anugerah dari
Alloh S.W.T kepada Manusia untuk dilaksanakan sebagai perintah wajib secara
Qatie sebagai tanda kesyukurannya kepada Pencipta Yang Maha Esa. Meskipun
Ungkapan Sholat sehari semalam 5 kali begitu mudah untuk diungkapkan oleh lisan
manusia, namun dari segi prakteknya begitu sukar dan berat untuk
dilaksanakannya.
Zaman sekarang ini Ibadah Sholat terbagi dalam dua
golongan yaitu :
Jumat, 09 Oktober 2015
Mengenal 20 Sifat Alloh
Ilmu
Aqidah (Tauhid) adalah hal yang penting yang harus dipelajari setiap muslim.
Ilmu aqidah harus dipelajari terlebih dahulu sebelum kita mempelajari yang lain
seperti ilmu fiqh (fiqh ibadah seperti wudhu, sholat, puasa,dll), ilmu akhlak,
dan sebagainya.
Diwajibkan
atas setiap mukallaf (baligh, berakal, dan menerima informasi tentang
Islam) untuk mempelajari ilmu agama yang ia butuhkan seperti masalah aqidah
(keyakinan), sholat, puasa, zakat, haji, dan lain – lain.
Selasa, 06 Oktober 2015
Antara Shalat dan Dzikir
Shalat itu lebih utama dari dzikir.
Namun sebagian kalangan menempatkan dzikir sesudah shalat itu lebih utama dari shalat. Yang terjadi, mereka berdzikir bisa sampai satu jam setelah shalat wajib. Sedangkan shalatnya saja cepat, hanya 5 menitan. Malah ada yang dzikirnya sampai ribuan namun sayang tidak shalat.
Penjelasan berikut kami sarikan dari penjelasan Syaikh As-Sa’di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal. 669) mengenai ayat di atas.
Namun sebagian kalangan menempatkan dzikir sesudah shalat itu lebih utama dari shalat. Yang terjadi, mereka berdzikir bisa sampai satu jam setelah shalat wajib. Sedangkan shalatnya saja cepat, hanya 5 menitan. Malah ada yang dzikirnya sampai ribuan namun sayang tidak shalat.
Allah Ta’ala berfirman,
اَتْلُ
مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ
الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ
أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“Bacalah
apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-
perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)
Penjelasan berikut kami sarikan dari penjelasan Syaikh As-Sa’di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal. 669) mengenai ayat di atas.
Kedudukan Shalat dalam Islam
Kedudukan Shalat dalam Islam
Shalat mempunyai peranan penting dalam hidup kita, diantaranya :
1. Shalat adalah tiang Agama, Agama tidak dapat tegak tanpa shalat.
Shalat mempunyai peranan penting dalam hidup kita, diantaranya :
1. Shalat adalah tiang Agama, Agama tidak dapat tegak tanpa shalat.
Diriwayatkan dalam hadist Mu’az RA, sesungguhnya
Rosullulah SAW bersabda :
“ Pokok
Segala perkara adalah Islam, Tiangnya adalah Shalat, sedangkan puncaknya adalah Jihad “.
2. Amalan manusia yang pertama di hisab (di hari Kiamat).
Dari Anas RA, Rosullulah SAW bersabda :
“ Yang paling
pertama di hisab pada seorang hamba di hari kiamat adalah Shalat. Jika
(Shalatnya) baik, maka baiklah seluruh amalanya, sedangkan Jika (Shalatnya)
buruk, maka buruklah seluruh amalannya. “
Adab Ke MAsjid
Adab-Adab Ketika Di Masjid
Masjid
adalah rumah Allah yang berada di atas bumi. Memiliki kedudukan yang agung di
mata kaum muslimin karena menjadi tempat bersatunya mereka ketika shalat
berjamaah dan kegiatan beribadah lainnya. Umat Islam senantiasa akan mulia
manakala kembali memakmurkan masjid seperti halnya generasi salaf dahulu.
Sebagai
rumah dari rumah-rumah Allah Ta’ala yang mempunyai peranan vital, ada
beberapa etika yang telah digariskan oleh Islam ketika berada di dalamnya.
Antara lain :
Adab Bertetangga
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Maka, kehadiran tetangga dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan. Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدُوا
اللَّهَ
وَلَا تُشْرِكُوا
بِهِ شَيْئًا
وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا
وَبِذِي
الْقُرْبَى
وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ
وَالْجَارِ
ذِي الْقُرْبَى
وَالْجَارِ
الْجُنُبِ
Artinya:
“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat,
anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.”
(QS. An Nisa: 36).
Langganan:
Komentar (Atom)









